MATARAM – Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan Ballroom Hotel Madani, Mataram, pada Senin (29/12/2025). Di antara deretan wisudawan yang merayakan kelulusan, sosok Bapak Fathurrahim , Kepala Desa Keroya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, menjadi pusat perhatian.
Beliau secara resmi mengikuti prosesi wisuda setelah berhasil menyelesaikan studinya di Jurusan Hukum . Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi bagi beliau, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Keroya.
Pendidikan sebagai Instrumen Membangun Desa
Keputusan Bapak Fathurrahim untuk menempuh pendidikan tinggi di tengah kesibukannya mengabdi sebagai kepala desa didasari oleh keinginan yang kuat untuk membawa perubahan di tingkat desa. Menurutnya, pemahaman mendalam tentang regulasi dan hukum sangat krusial dalam menjalankan roda pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
"Pendidikan tidak mengenal usia dan jabatan. Gelar Sarjana Hukum ini saya dedikasikan untuk masyarakat Desa Keroya. Saya berharap ilmu ini dapat membantu saya dalam mengambil kebijakan yang lebih tepat dan adil bagi warga," ujar Bapak Fathurrahim di sela-sela acara.
Momen Haru di Hotel Madani
Acara yang berlangsung sejak pagi hari tersebut dihadiri oleh jajaran civitas akademika, keluarga, serta kerabat dekat. Dukungan keluarga menjadi faktor utama bagi Bapak Fathurrahim dalam membagi waktu antara kewajiban pelayanan masyarakat di Kecamatan Aikmel dan tuntutan akademis di bangku kuliah.
Dengan latar belakang pendidikan hukum ini, Bapak Fathurrahim diharapkan mampu:
-
Meningkatkan kualitas administrasi dan produk hukum desa (Perdes).
-
Memberikan edukasi hukum dasar bagi warga desa.
-
Memperkuat posisi Desa Keroya dalam menghadapi berbagai tantangan regulasi di masa depan.
Apresiasi dari Masyarakat
Ucapan selamat terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk dari jajaran perangkat desa dan tokoh masyarakat di Lombok Timur. Keberhasilannya dianggap sebagai teladan bahwa seorang pemimpin harus terus belajar dan meningkatkan kapasitas dirinya demi kepentingan publik.
Kini, dengan gelar baru yang disandangnya, Bapak Fathurrahim siap kembali ke Desa Keroya untuk melanjutkan pengabdiannya dengan bekal keilmuan yang lebih mumpuni.